TEKNIK MANAJEMEN DIRI


RANGKUMAN

TEKNIK MANAJEMEN DIRI

  1. A.     Asumsi dasar

Beberap teknik pengubahan tingkah laku umumnya lebih menekankan pada rekayasa atau manipulasi lingkungan.peran pengubah dalam hal ini menjadi sangat dominan,sementara itu subyek yang diubah lebih lebih bersifat pasif dan mekanistik.sejalan dengan perkembangan behaviorisme terutama teori yang memasukan peran kognisi dalam self-direkted behavior,seperti teori social learning dan behavioral-cognitif,yang memberikan apresisi terhadap kekuatan kognisi.

Manajemen diri merupakanteknik yang relative baru dalam pengubahan tingkah laku,dan muncul sekitar tahun 1970-an,sehingga para pelopor teknik ini menggunakan istilah yang berbeda,Cormier dan Cormier memandang istilah self manajemen lebih tepat sebab:

  1. Self managemen lebih menunjuk pada pelaksanaan dan penanganan kehidupan seseorang dengan menggunakan suatu ketrampilan yang dipelajari
  2. Self management juga dapat menghindari konsep inhibisi dan mengendalikan dari luar yang sering kali dikaitkan dengan konsep kontrol dan regulasi.

Manajemen diri merupakan strategi kognitif behavioral,dan menolak pandangan para behavioris radikal. Manajemen diri memandang bahwa setiap manusia memiliki kecenderungan positif dan negative. Berdasarkan pandangan tentang tingkahlaku manusia, manajemen diri bertujuan membantu subyek yang diubah agar dapat mengubah tingkah lakunya dengan jalan mengamati dirinya sendiri, mencatat tingkah laku tertentu dan interaksinya dengan peristiwa lingkunganya,menata kembali lingkungan antecedent.

Asrori (2000) merangkum beberapa asumsi yang mendasari menejemen diri sebagai strategi pengubahan tingkah laku,dari beberapa pendapat yaitu:

  1. Pada dasarnya orang mampu mengamati,mencatat dan menilai pikiran,perasaan dan tindakanya sendiri.
  2. Seseorang memiliki kekuatan dan ketrampilan untuk menyeleksi faktor-faktor lingkungan
  3. Seseorang memiliki kekuatan untuk memilih tingkah laku yang dapat menimbulkan tingkah lakuyang dapat menimbulkan rasa tidak senang.
  4. Ihktiar untuk mengubah tingkah laku atau mengembangkan diri atas dasar inisiatif dan menemukan sendiri,membuat perubahan itubertahan lama.
  5. Seseorang paling tahu dan paling bertangguna jawab untuk mengubah diri sendiri

Singgih D. Gunarso (1996:223) mencatat dasar penggunaan teknik menejemen diri yaitu:

  1. Jika kepada seseorang diberi peran yang lebih aktif dalam proses perubahan,akan lebih    mudah mencapai tujuan
  2. Pasien atau klien dapat mempergunakan ketrampilan dan teknik mengurus diri untuk menghadapi masalah, yang dalam terapi tidak secara langsung diperoleh
  3. Perubahan yang diperoleh harus benar-benar mantap dan tidak berubah jika pasien atau klien menghendaki perubahan.
  1. B.     Pengertian Manajemen Diri

Dalam manajemen diri, subyek yang diubah dipandang sebagai individu yang dapat belajar atau mengarahkan diri sendiri. Berbagai definisi manajemen diri menggambarkan hal tersebut.

Soertalinah Soekadji (1983:96) mengartikan pengelolaan diri adalah “prosedur dimana seseorang mengarahkan atau mengatur perilakunya sendiri”. Cormier dan Cormier (1989) mengartikan menejemn diri sebagai strategi perubahan tingkah laku yang dalam prosesnya klien mengarahkan perubahan tingkah lakunya sendiri dengan suatu teknik atau kombinasi teknik teraputik.

Berdasarkan definisi diatas, tampak jelas bahwa dalam manajemen diri perubahan tingkah laku lebih banyak dilakukan, dirancang, diproses oleh subyek yang bersangkutan, bukan diarahkan apalagi dipaksakan oleh pengubah. Strategi manajemen diri dalam pengubahan tingkah laku, menekankan pentingnya subyek memenipulasi variabel internal maupun eksternal.

  1. C.     Program Manajemen Diri

Teknik manajemen diri akan efektif apabila pelaksanaanya diorganisasikan dengan baik, dan dikombinasikan dengan berbagai teknik lain. Jika diorganisasikan dengan baik, manajemen diri memeliki beberapa kelebihan dibanding teknik lain yaitu:

  1. Subyek  yang diubah lebih termotivasi untuk mencapai tujuan
  2. Dapat meningkatkan kendali subyek yang diubah, dan mengurangi ketergantungan pada orang lain atau lingkungan
  3. Bersifat praktis,murah dan mudah dilaksanakan
  4. Lebih effisien, frekuensi pertemuan antara subyek yang diubah dengan pengubahan lebih sedikit
  5. Dapat meningkatkan generalisasikan atau transfer dalam blajar, baik dari situasi wawancara ke lingkungan maupun dari situasi problematik ke non-problematik.

Teknik manajemen diri akan lebih optimal apabila pelaksananya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan program. cormier dan cormier (1985:520) mengemukakan lima faktor yang mempengaruhi keefektifan teknik menejemen diri,yaitu:

  1. Kombinasi teknik, yaitu menggunakan berbagai kombinasi self meanajemen diri, misalnya mengkombinasikan teknik self monitoring dengan kendali stimulus dan kendali konsekuen
  2. Konsistensi penggunaan untuk suatu periode waktu. Jika subyek yang diubah konsisten dalam penggunaan teknik ini dalam suatu periode tertentu, maka akan lebih berhasil
  3. Evaluasi diri dalam standart tertentu.
  4. Menggunakan dukungan diri
  5. Dukungan lingkungan

Dalam pelaksaanan teknik menejemen diri ada beberapa langkah yang harus dilakukan. soetarlinah soekardji (1983) mengemukakan tiga tahap dalam menejemen diri yaitu: tahap monitor diri atau observasi diri, tahap evaluasi diri dan tahp pemberian pengukuh, penghapus atau hokum. Cormeir dan Cormier (1985) mengetengahkan sebelas langkah dalam pelaksanaan menejemen diri, yaitu

  1. Klien mengidentifikasi dan mencatat perilaku sasaran, antiseden-antiseden serta konsekuen-konsekuenya. Langkah ini melibatkan pementauan diri dimana subyek mengumpulkan baselin data mengenai perilaku yang akan diubah sebagai asesmen masalah
  2. Subyek atau klien mendefinisikan secara ekspresitif perilaku, kondisi dan tigkat perubahan yang diinginkan
  3. Konselor atau pengubah menjelaskan teknik-teknik menejemen diri
  4. Pengubah harus menekankan bahwa klien harus memilih bererapa teknik yang melibatkan penataan kembali antiseden dan konsekuen serta mengatministrasikan
  5. Komitmen klien secara verbal dengan apa yang seberapa banyak tingkah laku yang diinginkan serta langkah-langkah apa yang hendak dilakukan untuk mencapainya
  6. Konselor menjelaskan tentang bagaimana penggunaan teknik menejemen diri yang telah dipilih.
  7. Klien berlatih menggunakan teknik yang telah dipilih
  8. Klien mengunakan teknik yang dipilih dalam situasi yang nyata
  9. Klien memantau dan mencatat frekuensi penggunaan teknik dan perubahan tingkah laku sasaran
  10. Klien bersamam-sama konselor mengevaluasi tujuan yang diinginkan dengan cara menelaah data yang dikumpulkan klien
  11. Memetakan atau membukukan perolehan data, untuk dapat memperoleh dukukungan  diri sendiri dan dukungan dari lingkungan.
  1. D.     Beberapa Teknik Manajemen

Sebagai salah satu teknik dalam modifikasi tingkahlaku, menejemen diri tetap berpijak pada behaviorime, yang menekankan peran lingkungan dengan pembentukan tingkahlaku.oleh karena itu beberapa strategi dalam manajemen diri tetap terkait dengan perekayasaan lingkungan, hanya saja yang merekayasa adalah subyek yang diubah sendiri.

Steward dkk (1978:223) mengemukakan empat strategi dalam menejemen diri:

  1. Memantau diri sendiri (self monitoring)

Pantau diri merupakan suatu proses dimana klien mengamati dan mencatat segala sesuatu tentang dirinya sendiri dan dalam interaksinya dengan lingkungan, baik menyangkut tingkah laku yang akan diubah maupun tingkah laku yang diinginkan.

Pantau diri sangat bermanfaat bagi evaluasi, bahkan para praktisi telah membuktikan bahwa panatu diri dapat menghasilkan perubahan,yaitu dengan mengumpulkan bahan tingkah lakunya. Dalam pelaksanaanya pantau diri melalui beberapa tahap yaitu:

  1. Menjelaskan rasional atau alasan tentang perlunya pantau diri
  2. Mendiskripsikan respons
  3. Mencatat respons
  4. Memetakan respons
  5. Mensyangkan data
  6. Analisis data
  1. Kendali stimulus

Kendali stimulus menekankan pada penataan kembali atau modifikasi lingkungan sebagai isyarat khusus atau anteseden. Prinsip untuk mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan adlah penataan awal mengubah isyarat yang dihubungkan dengan tempat tingkah laku, yaitu penataan awal isyarat yang menyebabkan sulitnya tingkah laku tertentu yang dilakukan,dan pengaturan isyarat karena dapat dikendalikan oleh orang lain.

  1. Memanipulasi Tanggapan

Bagian ini merupakan bentuk manajemen diri dalam hal menata tingkah laku atau respon. Untuk mengubah tingkah laku bukan sja mengontrol anteseden,tetapi juga perlu menggarap atau menata tingkah laku atau respons itu sendiri.

Ada beberapa cara dalam memanipulasi respons atau tanggapan, yaitu memutus,mengacak atau memperpanjang urutan tingkah laku, mengganti dengan tingkah laku lain

  1. Memutus, mengacak atau memperpanjang urutan tingkah laku
  2. Mencari tingkah laku pengganti atau alternatif tingkah laku
  3. Pembentukan tingkah laku
  1. Memanipulasi konsekuen

Konsekuen merupakan pembentukan tingkah laku yang sngat penting baik memperkukuh tingkah laku maupun memperlemah. Konsekuen tersebut dapat berasal dari luar maupun dari dalam diri seseorang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s