MAKALAH LABORAN


Laboran adalah Tenaga Kependidikan yang bekerja di laboratorium dan membantu proses belajar mengajar mahasiswa vokasi dan akademik Strata 1, 2 dan 3, serta penelitian dosen. Keberadaan Laboran di suatu laboratorium sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan akademik dosen dan mahasiswa. Untuk ini, Laboran seyogyanya memiliki hard skills dan soft skills yang memadai. Inisyatif, ketekunan, kreatifitas, kecakapan dan keterampilan serta pengetahuan yang dikuasai oleh Laboran, acapkali membantu efisiensi dan efektifitas serta produktifitas dari laboratorium yang dikelola oleh perguruan tinggi. Sehubungan dengan perannya yang sangat berarti bagi kinerja perguruan tinggi, setahun yang lalu Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional mulai menyelenggarakan pemilihan Laboran berprestasi. Maksud penyelenggaraan pemilihan ini adalah selain memberikan penghargaan atas prestasi Laboran juga memberi pengakuan kepada Laboran yang secara nyata mempunyai komitmen dalam pemikiran yang kreatif dan inovatif serta bertanggung jawab memberikan pelayanan prima pada mahasiswa dan dosen dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar dan/atau penelitian. Laboratorium merupakan ruangan baik tertutup maupun terbuka yang dirancang sesuai dengan kebutuhan untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Aktivitas yang dimaksud adalah kegiatan yang saling terintegrasi serta ditunjang oleh adanya suatu infrastruktur yang dibutuhkan demi terwujudnya hasil optimal. Laboratorium di perguruan tinggi adalah sebagai tempat berlangsungnya kegiatan praktikum dan penelitian yang mendukung pembelajaran dan pengembangan keilmuan. Laboratorium di tingkat perguruan tinggi merupakan laboratorium pendidikan dan pengajaran difokuskan pada pembelajaran bagi mahasiswa-mahasiswa S-1; S-2 dan S-3. Laboratorium ini terdiri dari beberapa jenis yaitu: 1. Laboratorium pendidikan dan pengajaran (teaching laboratory) 2. Laboratorium riset (research laboratory) 3. Laboratorium dasar terpadu (basic science laboratory) 4. Laboratorium pengujian (test laboratory) 5. Laboratorium kalibrasi (calibration laboratory) 6. Laboratorium simulasi (simulation laboratory) 7. Bengkel (workshop) 8. Studio gambar (CAD; CAM; Audio visual dan Fotografi) 9. Rumah kaca (green house) 10. Laboratorium lapangan (field laboratory) atau out-door laboratory Walaupun nama masing-masing laboratorium di atas berbeda namun pada hakikatnya semua kegiatan laboratorium tersebut bertujuan sama yaitu untuk mendukung proses belajar mengajar, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Suatu laboratorium terdiri dari sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan yaitu berupa peralatan laboratorium dan sumber daya manusia; sejalan dengan hal tersebut maka laboratorium perlu diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku dimasing-masing perguruan tinggi. Mengingat tersedianya peralatan serta beban kerja yang harus dilaksanakan laboran, maka diperlukan sistem manajemen pengelolaan (meliputi pengoperasian dan perawatan) peralatan laboratorium dan seluruh kegiatan laboratorium. Manajemen ini meliputi struktur organisasi, pembagian kerja, serta susunan Tim yang mengelola laboratorium. Selain harus ada Kepala dan Sekretaris laboratorium diperlukan pula Laboran (untuk in door atau out door laboratorium); Teknisi (untuk laboratorium bengkel dan pekerjaan yang berkaitan dengan bidang permesinan, kelistrikan, dll); dan Analisis (untuk menganalisis terhadap suatu data hasil percobaan yang diperlukan). Laboran, Teknisi maupun Analisis yang handal sangat diperlukan, maka selayaknyalah mereka mempunyai keahlian/kompetensi di bidangnya. Misalnya untuk Laboran di laboratorium Kimia diperlukan sumberdaya manusia yang mempunyai kompetensi dan pemahaman dalam bidang kimia dengan kualifikasi minimum D-3 dibidang kimia. B. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 61 Tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Sebagai Badan Hukum. 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 15 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 6. Higher Education Long Term Strategy (HELTS) Tahun 2003-2010. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. C. Tujuan Dan Manfaat Tujuan kompetisi dan pemberian penghargaan kepada Laboran berprestasi adalah memberi pengakuan kepada Laboran yang secara nyata mempunyai komitmen pemikiran yang kreatif dan inovatif dan bertanggung jawab serta secara optimal terutama untuk membantu aktivitas mahasiswa dalam melakukan kegiatan belajar dan/atau penelitian di laboratorium. Kompetisi dan pemberian penghargaan kepada Laboran berprestasi diharapkan bermanfaat dalam: 1. Meningkatkan komitmen secara berkelanjutan dalam bertugas membantu aktivitas belajar dan penelitian mahasiswa di laboratorium 2. Meningkatkan daya kreatifitas yang tinggi, inovatif agar pengguna laboratorium dapat melahirkan temuan baik hak moral (moral right) maupun hak ekonomi (economic right) yang berarti berhak menikmati hasil royalty (HAKI) 3. Meningkatkan tanggungjawab pada kegiatan praktikum mahasiswa di laboratorium agar kelancaran laboratorium dapat terjamin untuk meningkatkan pengetahuan praktis dan juga ketrampilan/kemampuan psikomotorik (skill). 4. Menumbuhkan kebanggaan di kalangan Laboran terhadap tugas dan tanggung jawab profesinya Pengertian 1. Laboratorim adalah ruangan terbuka atau tertutup yang dirancang sesuai dengan kebutuhan untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 2. Laboran adalah orang yang bertugas membantu aktivitas mahasiswa di laboratorium (indoor atau out door) dalam melakukan suatu kegiatan pendidikan dan penelitian. Dalam melakukan tugasnya, seorang Laboran bertanggung jawab dalam menyediakan peralatan yang diperlukan untuk kegiatan praktikum (praktek kerja) dan/atau penelitian serta mengembalikan peralatan tersebut ke tempat semula, merapikan dan membersihkan area kerja setelah kegiatan selesai dilakukan. Laboran terdiri dari: a. Teknisi, yaitu orang yang berperan untuk beroperasinya peralatan laboratorium misalnya listrik, air, komputer dan perbengkelan, disamping pemeliharaan/ perawatannya. b. Analisis; yaitu orang yang mempunyai keahlian untuk melakukan analisis pada bidang tertentu. II. PERSYARATAN DAN PROSES PEMILIHAN Pemilihan dan Pemberian penghargaan kepada Laboran Berprestasi tingkat nasional dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional dan peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Pedoman pemilihan dan pemberian penghargaan ini diatur sebagai berikut: A. Persyaratan Peserta 1. Warganegara RI 2. Laboran yang dalam tiga tahun terakhir Memiliki prestasi yang sangat bermanfaat dan dapat dibanggakan, serta diakui pada skala nasional. 3. Laboran yang berhak mengikuti proses kompetisi Laboran berprestasi adalah Laboran tetap selama 3 (tahun) di perguruan tinggi (negeri atau swasta) yang berstatus sebagai tenaga kependidikan tetap pada satuan pendidikan tersebut, dan dalam 3 tahun terakhir dan belum pernah memenangkan kejuaraan dengan kategori yang sama di tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional. 4. Laboran yang berpendidikan minimal DIII dapat mengikuti kompetisi Laboran berprestasi tanpa dibatasi usia, kepangkatan dan golongan, jabatan pimpinan perguruan tinggi dan jabatan akademik. 5. Memiliki Surat pengantar dari pejabat yang berwenang yang menyatakan bahwa peserta yang diusulkan adalah pemenang pertama hasil seleksi yang dibuktikan dengan berita acara pemilihan dan ditetapkan dengan SK Pimpinan Perguruan Tinggi Negri/Kopertis. 6. Pimpinan perguruan tinggi negeri hanya dapat meng¬u¬sulkan 1 (satu) orang laboran berprestasi. Pimpinan perguruan tinggi swasta mengajukan 1 (satu) orang laboran berprestasi ke Kopertis dan selanjutnya kordinator Kopertis menyeleksi dan mengirimkan 2 (dua) orang laboran berprestasi ke tingkat nasional. 7. Karya Prestasi Karya prestasi Laboran antara lain: a. Mempunyai kemampuan dan pemahaman dalam bidang yang berhubungan dengan bidang-bidang ilmu di laboratorium tempat Laboran bekerja. Misalnya Laboran di laboratorium kimia harus benar-benar mampu dan paham dalam bidang yang berhubungan dengan kimia b. Mempunyai daya kreativitas tinggi atau gagasan untuk mengembangkan laboratorium tempat bekerja sesuai atau melebihi standar nasional pendidikan c. Mampu membuat SOP atau peraturan teknis tertulis bagi pengguna laboratorium mengenai cara menggunakan laboratorium yang baik dan benar secara efektif dan efisien. d. Mampu mengoperasikan dan merawat/memelihara sepenuhnya alat-alat laboratorium dan tidak sepenuhnya diserahkan kepada pengguna laboratorium. Hal ini diperlukan untuk menjaga keamanan pengguna (alat-alat berat) atau menghindari kerusakan alat. e. Mampu memotivasi pengguna laboratorium melahirkan hasil karya yang mempunyai nilai jual. Hasil karya laboratorium yang mempunyai nilai jual ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi keberlanjutan laboratorium f. Mampu menjaga keberlanjutan (sustainability) laboratorium serta dapat meningkatkan citra laboratorium perguruan tinggi sehingga menempatkan perguruan tinggi tersebut pada kedudukan yang lebih baik. B. Proses Pemilihan Pemilihan dan pemberian penghargaan Laboran berprestasi tingkat nasional dilakukan melalui dua tahap/tingkatan, yaitu: 1. Tingkat Perguruan Tinggi Negeri/Kopertis a. Di tingkat masing-masing perguruan tinggi Negeri b. Di tingkat masing-masing perguruan tinggi swasta dan dilanjutkan di tingkat Kopertis bagi Perguruan Tinggi Swasta c. Pemilihan sebaiknya dimulai pada tingkat jurusan/bagian/departemen/fakultas lalu ditingkat perguruan tinggi negeri/Kopertis. Cara pemilihan diserahkan pada kebijakan masing-masing perguruan tinggi negeri/Kopertis. 2. Tingkat Nasional Di tingkat nasional dilakukan dua tahap seleksi, yaitu tahap awal dan tahap akhir. Pada tahap awal dilaksanakan desk evaluation untuk menetapkan 15 Calon Laboran berprestasi terbaik yang akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti pemilihan tahap akhir. Pemilihan tahap awal dilakukan berdasarkan penilaian dokumen Calon Laboran Berprestasi yang dikirim ke Direktorat Akademik Ditjen Dikti. Peserta yang lolos desk evaluation berhak mengikuti seleksi selanjutnya. Penilaian tahap akhir seluruh 15 Calon Laboran berprestasi terpilih diwajibkan menyajikan deskripsi diri atau makalah hasil karya prestasi dan berdiskusi di kelompok tentang isu-isu aktual serta penilaian kepribadian (psikotest). Pada seleksi tahap akhir dipilih tiga Laboran berprestasi tingkat nasional untuk peringkat I, II dan III. III. KOMPONEN PENILAIAN Komponen penilaian kinerja laboran berprestasi meliputi: A. Kualifikasi Pendidikan (minimum DIII) dan Keahlian Laboran Kualifikasi minimum pendidikan dan keahlian adalah keahlian khusus untuk melakukan tugas sebagai seorang laboran, misalnya seorang analis dapat melakukan analisis di bidangnya; atau seorang teknisi mampu menjaga kelangsungan peralatan laboratorium, terlatih mengoperasikan alat dan menghindari kerusakan alat sehingga umur alat panjang. Kualifikasi ini dapat dituliskan dalam maksimal dua halaman sebagaimana petunjuk teknis yang tercantum pada Lampiran 1. B. Integritas dan Kepribadian Prestasi seharusnya dilandasi oleh integritas dan kepribadian yang unggul. Penilaian terhadap integritas dan kepribadian dilakukan oleh atasan langsung (Ketua Laboratorium dan diketahui Kajur/Dekan). Surat pernyataan dari atasan langsung menjadi acuan dalam penilaian dan diungkapkan secara deskriptif kualitatif. Lampiran 2 IV. PROSES PENILAIAN Penilaian di tingkat perguruan tinggi negeri/Kopertis diserahkan kepada masing-masing institusi dan dapat menggunakan ketentuan yang berlaku ditingkat nasional VI. PENGHARGAAN Penghargaan kepada Laboran berprestasi akan diberikan oleh : 1. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi yang menyediakan peng¬hargaan bagi Laboran berprestasi berupa : a. Piagam Penghargaan; b. Hadiah lain-lainnya sesuai kemampuan yang dimiliki. 2. Laboran berprestasi peringkat I, II, dan III di tingkat Perguruan Tinggi Negeri/Kopertis menerima penghargaan yang diserahkan oleh Rektor/Ketua/Direktur/Koordinator Kopertis pada waktu upacara memperingati Proklamasi 17 Agustus 1945 di lingkungan masing-masing perguruan tinggi; sedangkan Laboran Berprestasi peringkat I, II, III, dan finalis Tingkat Nasional akan meneri¬ma penghargaan dari Kementerian Pendidikan Nasional di Jakarta. VII. PEMBIAYAAN Penghargaan dan pembiayaan pemilihan laboran berprestasi tingkat perguruan tinggi negeri/kopertis dibebankan pada anggaran perguruan tinggi negeri/kopertis masing-masing. Pembiayaan dan penghargaan laboran berprestasi di tingkat nasional dibebankan pada anggaran yang tersedia di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. VIII. PENUTUP Buku Pedoman umum pemilihan laboran berprestasi ini diharapkan bisa menjadi acuan bagi perguruan tinggi negeri/Kopertis dan Direktorat Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini jika dipandang perlu akan disampaikan melalui surat kepada perguruan tinggi negeri/kopertis. KUALIFIKASI 1. Kepala Laboratorium Sekolah/Madrasah Kualifikasi kepala laboratorium Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut: a. Jalur guru 1) Pendidikan minimal sarjana (S1); 2) Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai pengelola praktikum; 3) Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah. b. Jalur laboran/teknisi 1) Pendidikan minimal diploma tiga (D3); 2) Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi; 3) Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah. 2. Teknisi Laboratorium Sekolah/Madrasah Kualifikasi teknisi laboratorium sekolah/madrasah adalah sebagai berikut: a. Minimal lulusan program diploma dua (D2) yang relevan dengan peralatan laboratorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah; b. Memiliki sertifikat teknisi laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah. 3. Laboran Sekolah/Madrasah Kualifikasi laboran sekolah/madrasah adalah sebagai berikut: a. Minimal lulusan program diploma satu (D1) yang relevan dengan jenis laboratorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah; b. Memiliki sertifikat laboran sekolah/madrasah dari perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s